Masalah yang Tersisa Dalam Konferensi Meja Bundar Bagi Indonesia adalah

Masalah yang Tersisa Dalam Konferensi Meja Bundar Bagi Indonesia adalah

Jawaban

Masalah yang tersisa dalam konferensi meja bundar bagi indonesia adalah masalah irian barat, yaitu konflik antara bangsa Indonesia – Belanda yang telah berlangsung lebih dari tiga abad sejak kedatangan mereka sekitar abad ke-16 hingga pertengahan abad ke-20.

Penjelasan

Hasil Konferensi Meja Bundar meninggalkan masalah yakni masalah Irian Barat. Berdasarkan hasil dari KMB, seharusnya masalah Irian Barat dibahas satu tahun pasca pengakuan kedaulatan, akan tetapi Belanda tidak mau. Belanda merasa bahwa Irian Barat beda dengan Indonesia.

Dalam kurun waktu itu telah banyak korban nyawa melayang dan harta yang hancur. Untuk mengakhiri konflik ini, atas jasa baik PBB diadakanlah Konferensi Meja Bundar (KMB) di Den Haag, Belanda 23 Agustus – 2 November 1945.

Dari konferensi ini dihasilkan keputusan antara lain pengakuan kedaulatan negara Indonesia oleh Belanda atas seluruh wilayah bekas Hindia Belanda.

Selain itu, disepakati pula bahwa masalah Irian Barat yang juga menjadi bagian dan wilayah Hindia Belanda akan dibicarakan dan diselesaikan satu tahun setelah pengakuan kedaulatan.

Sebagaimana daerah-daerah lain di Hindia Belanda, Irian Barat adalah daerah jajahan Belanda.

Namun, dalam kesepakatan penyerahan kedaulatan kepada Negara Indonesia, Irian Barat belum dimasukan sebagai wilayah Indonesia.

Menurut Konferensi Meja Bundar, masalah ini baru akan dibahas satu tahun setelah penyerahan kedaulatan tersebut. Dalam perkembangannya, Belanda tidak mau menyerahkan Irian Barat.

Menanggapi hal tersebut, timbullah usaha-usaha pembebasan Irian Barat dari tahun 1950-1969. Usaha-usaha itu meliputi usaha diplomasi dan konfrontasi bersenjata.

Pemerintah RI mengambil langkah untuk melakukan diplomasi dalam upayanya membebaskan wilayah Irian Barat dari kekuasaan bangsa Belanda.

Langkah tersebut dipilih oleh bangsa Indonesia untuk menghindari timbulnya konflik bersenjata di antara kedua belah pihak yang akan menyebabkan timbulnya korban jiwa, baik dari pihak bangsa Indonesia sendiri maupun di pihak bangsa Belanda.

Berikut adalah langkah diplomasi yang yang ditempuh pemerintah Republik Indonesia lakukan demi memperjuangkan pembebasan Irian Barat.

(1) Tanggal 4 Desember 1950 diadakan konferensi Uni Indonesia Belanda, tetapi gagal.

(2) Bulan Desember 1951 diadakan perundingan bilateral antara Indonesia dengan Belanda , tetapi gagal

(3) Bulan September 1952 Indonesia mengirimkan nota politik ke Belanda, tetapi gagal

(4) Indonesia mendapat dukungan dalam Konferensi Kolomboo pada bulan April 1954

(5) Tahun 1954 Indonesia tidak memperoleh dukungan yang kuat dalam sidang PBB

(6) Pada tahun 1955 Indonesia mendapat banyak dukungan dalam KAA (Konferensi Asia Afrika)

Kesimpulan

Pertanyaan masalah yang tersisa dalam konferensi meja bundar bagi indonesia adalah kami memberikan jawaban dan penjelasan lengkap dan akurat.

Karena, jawaban pertanyaan masalah yang tersisa dalam konferensi meja bundar bagi indonesia adalah yang kami berikan telah melalui proses moderasi.

Pertanyaan masalah yang tersisa dalam konferensi meja bundar bagi indonesia adalah melewati proses pengkajian, dengan tujuan untuk menemukan jawaban paling relevan.

Jadi anda jangan meragukan lagi jawaban dari pertanyaan masalah yang tersisa dalam konferensi meja bundar bagi indonesia adalah yang kami berikan.

Referensi

Perlu Anda ketahui bahwa jawaban dan penjelasan diatas diambil dari berbagai sumber sebagai referensi, mulai dari situs google, bing, yahoo, dan yandex.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top