Faktor Sejarah yang Dapat Mendorong Integrasi Nasional adalah

Faktor sejarah yang dapat mendorong integrasi nasional adalah

Faktor Sejarah yang Dapat Mendorong Integrasi Nasional adalah

Faktor sejarah yang dapat mendorong integrasi nasional adalah pengalaman dijajah bangsa asing (sekaligus salah satu alasan berdirinya ASEAN karena persamaan nasib pernah dijajah bangsa asing kecuali Thailand).

Penjelasan

Integrasi nasional adalah penyatuan atau pembauran suatu bangsa sehingga menjadi satu kesatuan yang utuh. Berintegrasi nasional berarti sama dengan konsep menyatukan bangsa dengan kesederhanaan.

Integrasi nasional mempunyai dua pengertian dasar, yakni integrasi dan nasional. Integrasi berasal dari bahasa Latin, yaitu ‘integrate’ yang berarti memberi tempat dalam suatu keseluruhan.

Bangsa Indonesia tentu membutuhkan integrasi nasional karena dapat menyatukan segala bentuk latar belakang budaya, suku, etnis, hingga latar belakang ekonomi.

BACA JUGA  Kebudayaan yang diwariskan secara turun-temurun secara lisan maupun Isyarat" merupakan definisi dari

Di sisi lain, ada beberapa faktor pendorong terciptanya Integrasi nasional. Faktor pendorong integrasi nasional membantu menjaga negara bersatu dan kuat dari dalam, meski ada keragaman.

Kesimpulan

Pertanyaan faktor sejarah yang dapat mendorong integrasi nasional adalah kami memberikan jawaban dan penjelasan lengkap dan akurat.

Karena, jawaban pertanyaan faktor sejarah yang dapat mendorong integrasi nasional adalah yang kami berikan telah melalui proses moderasi.

Pertanyaan faktor sejarah yang dapat mendorong integrasi nasional adalah melewati proses pengkajian, dengan tujuan untuk menemukan jawaban paling relevan.

Jadi anda jangan meragukan lagi jawaban dari pertanyaan faktor sejarah yang dapat mendorong integrasi nasional adalah yang kami berikan.

Referensi

Perlu Anda ketahui bahwa jawaban dan penjelasan diatas diambil dari berbagai sumber sebagai referensi, mulai dari situs google, bing, yahoo, dan yandex.

BACA JUGA  Apa Dampak yang dDitimbulkan Akibat Pergantian Kabinet pada Masa Demokrasi Liberal